Kerajinan kayu ukir mungkin sudah merupakan suatu hal biasa. Gading yang diukir juga sudah banyak dijumpai. Di Dusun Sidembunut, Desa Cempaga, Kabupaten Bangli, seorang kakek-kakek menekuni satu jenis seni yang cukup langka, yakni seni mengukir telur.
Nengah Padet (75) merupakan salah satu contoh pria lanjut usia yang tetap kreatif di usia senja. Meski sudah terhitung renta, Padet tidak mau hanya berdiam diri dalam mengisi hari tuanya.
Di rumah sekaligus bengkel kerjanya di Dusun Sidembunut, Kabupaten Bangli, Bali, setiap harinya Padet berkutat dengan aktivitas mengukir telur. Dengan alat pahat khusus untuk telur, Nengah Padet tampak serius menggarap seni telur ukir, pesanan seorang pejabat yang juga kolektor seni di Pulau Bali.
Telur yang diukir Padet bukan sembarang telur, tapi telur burung Kasuari atau burung Unta yang berukuran lebih besar dari telur ayam atau bebek.
Telur-telur ini dibeli dari pemasok telur burung Kasuari atau Unta seharga Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu per butirnya. Tak jarang, Padet mendapatkan telur langsung dari pemesan telur ukir yang datang ke rumahnya.
Untuk menyelesaikan satu ukiran telur burung Kasuari atau Unta bertema pewayangan, Padet membutuhkan waktu hingga 2 bulan. Waktu pengerjaan telur ukir ini relatif lama karena butuh kesabaran dan ketelitian yang tinggi.
Nengah Padet mulai menekuni seni ukir sejak zaman penjajahan Jepang. Awalnya ia belajar mengukir dengan menggunakan tempurung kelapa.
“Saya mulai pakai telur Kasuari atau Unta sejak jamannya Suharto. Susah Pak ngukir telur, kalau tidak hati-hati bisa pecah kena pahat,” kata Padet kepada Beritabali.com, belum lama ini.
Satu telur ukir Karya Nengah Padet dijual antara Rp 3,5 hingga Rp 10 juta rupiah. Harga jual ini berbeda-beda tergantung tingkat kesulitan ukiran dan juga pembelinya.
Sudah berbagai penghargaan diraih Padet, salah satunya penghargaan dari Gubernur Bali sebagai salah satu seniman tua yang berjasa bagi dunia seni di Bali.
Di usia senjanya, Padet boleh berbangga karena karyanya sudah dikoleksi para pecinta seni baik dari dalam maupun luar negeri
June 24, 2008 at 10:36 am
saya tertarik dengan artikel telur ukir tersebut, bisakah say lihat foto untuk telur ukirnya?
June 24, 2008 at 2:48 pm
@ady,
Kami sudah mengirimkan ke email anda, mohon di cek, apabila ada pertanyaan mohon meReply email atau menghubungi saya by Phone
August 15, 2008 at 3:40 pm
Pak Nengah…. saya sangat tertarik dengan artikel bapak, kebetulan dirumah ada telur kasuari. boleh saya dikirimkan contoh foto2 nya?? dan perkiraan biaya ukir? tolong alamat lengkap di bangli nya juga.. terimakasih.
August 15, 2008 at 3:50 pm
@made topan,
saya sudah balas pertanyaan anda ke email anda
February 1, 2009 at 11:30 pm
Pak Nengah, apakah juga mengukir selain telor Br.onta ataou Kasuari ? misalnya telor angsa dan berapa harganya ? mohon jawabannya, terima kasih
April 16, 2009 at 11:22 pm
Bali memang pangsa pasar yang bagus, untuk kerajinan kayu… termasuk produk2 dari Blitar yang pasarnya ke Bali
May 12, 2009 at 7:19 am
saya tertarik untuk belajar kerajinan kulit telur ukir.
Saya tinggal di bogor tapi saya ingin mencoba belajar kerajinan ini
Bisakah ada yg membantu dimana saya dapat belajar??
July 17, 2009 at 10:48 am
saya sangat tertarik akan kerajinan telur ukir ini, sekiranya memungkinkan tolong dikirimkan cara pengerjaan teknik ini, apakah ada workshopnya?
dan sekiranya ingin bekerjasama dengan siapakah saya harus berhubungan…..
best regards
September 13, 2009 at 11:59 am
saya wawan dari Originia (singapore) tertarik dengan kerajinan telur ukir ini, tolong dikirimkan foto2 produk dan daftar harganya untuk saya pasarkan di singapore, apakah ada workshopnya?
dan bila ingin bekerjasama dengan siapakah saya harus berhubungan…..
best regards
Wawan