Gianyar (BisnisBali) –Negara yang mengimpor kerajinan alat musik selama ini memang masih minim, dibandingkan kerajinan Bali lainnya. Dari data dokumen ekspor melalui pengiriman barang, sampai saat ini sebagai pengimpor setia hanya 23 negara di seluruh dunia.
Sedangkan negara terbesar menjadi pengimpor kerajinan alat musik Bali di antaranya AS, Australia, England, Jerman, Prancis, Taiwan dan Turkey. Sedangkan negara-negara lainnya nilai ekspornya masih di bawah 10.000 dolar AS.
Hal ini dikatakan Ketua Bidang Kerajinan Kayu Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicfart Indonesia (Asephi) Bali, Ir. Wayan Gede Arsania, yang didampingi pengurus Asephi lainnya Nengah Pasek, S.E., Kamis (17/1) kemarin, di Gianyar.
Menurut Arsania, dari 17 item kerajinan Bali yang diekspor ke seluruh dunia, jenis kerajinan alat musik yang paling tinggi kenaikannya. Dari data yang dapat dihimpun Disperindag Bali melalui penerbitan surat keterangan asal (SKA) dokumen ekspor, kenaikan nilai ekspor kerajinan alat musik dalam periode Januari sampai November 2007 mencapai dua kali lipat dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
‘’Dari data yang kami terima dari Disperindag Bali, realisasi ekspor kerajinan alat musik yang dipasok 23 negara di seluruh dunia dalam periode Januari sampai November 2007 senilai 918.803,09 dolar AS. Jumlah ini naik hampir dua kali lipat dibandingkan periode sama tahun sebelumnya hanya 476.281,77 dolar AS,’’ terangnya.
Arsania mengatakan, hitungan nilai ekspor kerajinan alat musik per bulan, seperti data menyebutkan pada Oktober realisasi ekspor kerajinan ini 66.248,34 dolar AS, sedangkan ekspor November mengalami kenaikan 20 persen lebih. Nilai ekspornya berkisar 81.007,40 dolar AS.
Salah seorang eksportir kerajinan alat musik sekaligus sebagai pengurus Asephi Bali, Pasek menyebutkan, pemesanan yang dilakukan para buyer yang khusus menyukai alat musik produksi Bali akhir-akhir ini terus meningkat. Peningkatan tersebut disebabkan permintaan konsumen asing bertambah.
‘’Sekarang ini pemesanan yang dilakukan para buyer terus meningkat. Buktinya, nilai ekspor terus naik. Di samping itu, kebanyakan alat musik produksi Bali menggunakan bahan baku alamiah. Sedangkan sekarang ini masyarakat dunia sangat peduli terhadap lingkungan.
Tiap produk yang ramah lingkungan dapat dipastikan mendapat sambutan pasar yang positif,’’ tegas Pasek sambil menambahkan, kerajinan alat musik menurut penelitian ahli mampu mempengaruhi perkembangan otak pada usia dini. *sta


